8 Cara untuk Memaksimalkan Potensi Anak
Written By Hairul Rantesigi on Friday, August 10, 2012 | 3:21 PM
MULTI PASTE - Semua anak-anak dilahirkan dengan bakat dan potensi
masing-masing yang kadang tidak tampak dan tersembunyi. Sebagai orang
tua, Anda berkewajiban untuk menggali dan mengasah bakat anak Anda.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu memaksimalkan potensi
anak. Berikut ini beberapa cara sederhana yang kami himpun dari berbagai
sumber untuk membantu Anda meningkatkan potensi serta kecerdasan anak
Anda.
1. Pastikan Mereka Mendapatkan Banyak Waktu Tidur
Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan dari Associated Professional Sleep Societies
(APSS) menunjukkan bahwa anak-anak pra-sekolah, yang mendapat
sedikitnya 11 jam tidur per malam, lebih tinggi nilainya pada test
tingkat kecerdasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa memiliki waktu tidur yang teratur
sangat positif dan konsisten dalam membantu perkembangan otak anak.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation,
telah menyimpulkan bahwa waktu tidur berbanding lurus dengan
perkembangan otak pada anak-anak.
Pola tidur yang teratur sangat penting bagi anak karena tubuh
menggunakan jam tidur untuk menghubungkan sirkuit penting di otak serta
membantu pertumbuh dan memperkuat jaringan otak, kata Dr Mary Carskadon,
seorang profesor di bidang psikiater dan perilaku manusia di Brown
University serta direktur Kronobiologi Tidur dan Penelitian di Bradley
Hospital.
2. Biasakan Anak-anak untuk Berolahraga
Berolahraga terbukti memiliki efek positif pada fungsi otak, seperti
tingkat penalaran serta logika berpikir. Hal ini karena latihan aerobik
akan lebih banyak memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak,
kata psikolog olahraga dan pelatih Sean Lewis. Lebih banyak darah berarti lebih banyak oksigen dan karena itu penyerapan gizi oleh jaringan otak menjadi lebih baik.
Terlebih lagi, olahraga juga memacu otak untuk menghasilkan protein khusus, Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yang mendorong sel-sel otak untuk tumbuh dan berkembang.
3. Hindari Makanan Olahan
Sebuah studi anak-anak di Inggris telah menemukan bahwa anak-anak yang
mengkonsumsi makanan olahan, tingkat IQ mereka menurun, sementara
makanan yang kaya vitamin bisa membuat mereka lebih cerdas.
Northstone Kate, seorang peneliti di University of Bristol, yang
memimpin penelitian, mengatakan bahwa 'makanan bergizi dapat
menghasilkan perbedaan yang wajar dalam skor IQ dari waktu ke waktu'.
Bahkan setelah disesuaikan dengan beberapa faktor lainnya, termasuk
pendidikan ibu serta strata sosial, penelitian yang dipublikasikan
dalam Journal of Epidemiology and Community Health, menemukan bahwa pengaruh makanan olahan dikaitkan dengan IQ yang lebih rendah baru akan terlihat setelah lima tahun kemudian.
4. Lebih Sering Memeluk Anak-anak.
Sebuah studi dari University of Montreal, Kanada, menunjukkan
bahwa kemampuan anak-anak pra-sekolah untuk belajar lebih cepat
memperlihatkan kemajuan ketika mereka dipeluk dan merasa terlindungi.
Studi ini menemukan bahwa kehangatan ibu terhubung langsung ke fungsi
otak anak, sehingga ibu yang penuh kasih sayang lebih cenderung memiliki
anak dengan prestasi yang lebih baik di sekolah.
Dr Carol Cooper, seorang penulis yang mengkhususkan diri dalam masalah
anak dan keluarga menyatakan bahwa, berpelukan juga merangsang produksi
hormon oksitosin, yang memiliki berbagai manfaat, termasuk kemampuan
memacu anak untuk belajar. Oksitosin juga memiliki efek langsung pada
bagian otak yang mengelola emosional dan pengambilan keputusan, yang
juga merupakan bagian penting dari kecerdasan.
5. Mendorong dan Melatih Keterampilan Menulis Anak-anak
Mendorong anak-anak Anda berlatih menulis tidak membuang-buang waktu,
bahkan saat ini dapat dilakukan melalui SMS. Studi baru menunjukkan
bahwa tulisan tangan penting untuk perkembangan otak dan kecerdasan,
serta membantu anak-anak mengasah kemampuan motorik halusnya untuk
menghasilkan ide.
"Untuk anak-anak, tulisan tangan sangat penting," kata Karin Harman James, asisten profesor di departemen ilmu-ilmu psikologis dan otak di Indiana University, di mana peneliti menemukan bahwa anak-anak yang berlatih menulis memiliki jalur saraf yang lebih tajam di otaknya.
6. Biarkan Mereka Bermain Video Game dan Komputer
Game - meskipun sebagian orang berpendapat, hal ini dapat menimbulkan
efek buruk pada anak-anak tetapi sebenarnya game dapat menjadi ajang
latihan mental yang baik, terutama game yang ber-plat form pada
permainan yang mengembangkan pemikiran strategis serta keterampilan
perencanaan, yang perlu Anda lakukan adalah memastikan anak-anak bermain
pada waktu-waktu tertentu saja serta mengatur waktu lamanya bermain,
maka Anda telah membantu otak mereka untuk tumbuh.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan di University of Rochester
menemukan bahwa partisipan yang bermain video game diakui jauh lebih
cepat belajar isyarat visual dibandingkan rekan-rekan mereka yag bermain
non-video-game-playing. Terlebih lagi, bermain video game dan
permainan komputer akan meningkatkan koordinasi antara syaraf tangan dan
mata, membantu anak-anak untuk memproses lebih cepat serta lebih cepat
memahami apa yang mereka lihat di sekitar mereka.
7. Ikut Bermain dengan Anak-anak Anda
Bermain dengan anak-anak Anda mungkin menyenangkan, tapi juga cara yang
bagus untuk membantu mereka mengembangkan otak mereka. Penelitian
terakhir telah menemukan bahwa otak anak menjadi lebih berkembang penuh
ketika mereka tinggal di lingkungan dan bermain bersama orang tua.
Anda tidak perlu membeli mainan yang paling mahal atau mempekerjakan
guru untuk membuat anak Anda cerdas, karena yang menjadi kebutuhan anak
Anda adalah Anda mengambil waktu untuk bermain dengan mereka. Anak-anak
pra-sekolah yang bermain dengan orang tua mereka secara teratur, telah
ditemukan bahwa mereka bisa menjadi akademisi di depan rekan-rekan
mereka untuk saling berbagi pengalaman.
8. Membiasakan Anak-anak Anda untuk Membaca Setiap Hari
Membiasakan anak-anak Anda membaca sejak usia dini dapat menempatkan
mereka secara signifikan di depan teman sekelas mereka dalam hal membaca
dan pengenalan angka numerik ketika mereka mulai sekolah. Membaca juga
menjadikan anak memiliki kosakata yang lebih luas, pengetahuan dunia
yang lebih, dibanding temannya, kemampuan verbal yang lebih baik serta
memiliki keterampilan abstrak yang lebih baik pula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar